Kisah Pilu di Balik Rimbunya Kopi. dan Bau Asap Nira Sebagai Produksi Gula Semut. (01/07/2025).Oleh.Berto.Sabdopalon

sabdopalon.news.−Temanggung.−Jateng.”Romelan bercerita kepada awak Media.”Dibalik keindahan alam dan kebun kopi yang terhampar luas, ”ternyata terdapat sebuah kisah tragis.
Yakni, sebuah kawasan pemukiman warga yang terkubur oleh hantaman dahsyat bencana tanah longsor.
Bahkan, peristiwa tersebut memakan korban jiwa hingga tiga puluh satu (31) orang. ucapnya.
Namanya Dusun Jumbleng, Desa Krempong yang terdapat di Kecamatan Gemawang,

peristiwa kelam tersebut terjadi pada bulan Desember, 36 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1989.
Tak banyak yang tahu memang, namun seluruh jejaknya masih dapat kita telusuri sampai detik ini. jelasnya.
Kendati demikian, seluruh pemukiman itu, kini telah tertimbun oleh hamparan perkebunan kopi milik warga setempat.
Dengan kedalaman sekitar 5 meter di bawah tanah itulah, seluruh kenangan mereka, yaitu 13 rumah beserta perabot rumah tangga, ternak, dan masjid yang terpendam hingga saat ini, serasa sunyi, terpendam dengan rapat.
“Setelah peristiwa, seluruh warga Dusun Jumbleng mengungsi. Rumah-rumah mereka dibiarkan kosong dan ditinggal begitu saja kala itu.
Kini, warga telah pindah membuat pemukiman baru bernama Dusun Campursari. Mereka hanya akan kembali ke Dusun Jumbleng untuk sekedar berkebun, memberi makan ternak, panen kopi, dan memproduksi gula aren,” kata Romelan (61), warga setempat.pungkasnya. (Berto.Sabdopalon.)
Editor,(Luwadi)
