Keluarga Di Desa Wonoyoso, Semarang Diduga Diintimidasi Kades, Anak SMP Trauma Takut Pulang & Sekolah!

Semarang, sabdopalon.news – Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, mendadak gempar! Satu keluarga warga setempat mengaku jadi korban intimidasi kejam yang diduga dilakukan langsung oleh Kepala Desa Wonoyoso, Amir Burhanudin, gara-gara urusan utang-piutang di Koperasi Artha Sendang Mukti.
Ironisnya, koperasi yang disebut-sebut dikelola sang kades bersama keluarganya itu justru menyeret keluarga Pak Pujiono ke dalam pusaran tekanan psikologis. Bahkan, anak perempuan Pak Pujiono yang masih duduk di bangku SMP mengalami trauma mendalam hingga takut pulang ke rumah dan enggan bersekolah.
“Anak saya gemetaran, nangis terus, takut kalau ada orang datang. Dia tidak mau sekolah lagi,” ungkap keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi memilukan ini langsung menimbulkan gelombang keprihatinan warga. Masyarakat menilai tindakan intimidasi, apalagi sampai membuat anak kecil ketakutan, bukan hanya mencederai rasa keadilan, tapi juga mencoreng martabat pemerintahan desa.
Tokoh masyarakat setempat bahkan menyebut persoalan utang-piutang seharusnya diselesaikan lewat jalur hukum, bukan dengan gaya preman yang menekan keluarga lemah. “Kalau benar ini dilakukan seorang kepala desa, jelas sangat memalukan!” tegas salah seorang warga.
Kini, publik mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini. Desakan semakin keras karena menyangkut hak anak atas rasa aman dan pendidikan, yang dijamin oleh undang-undang.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Desa Wonoyoso, Amir Burhanudin, bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan yang mencoreng namanya.
(Agil)
Editor : Luwadi
