Proyek Panjat Tebing Jatidiri, Diduga Disusupi Rekening Misterius! CV Esa Buana Perkasa Bantah Keras: “Itu Bukan Kami!”

Semarang, Sabdopalin.news – Dunia konstruksi Jawa Tengah kembali diguncang! Dugaan permainan gelap dalam proyek Pembangunan Fasilitas Panjat Tebing Tahap II di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 meledak ke permukaan.
CV Esa Buana Perkasa, selaku penyedia resmi, kini bersuara lantang: nama perusahaan mereka diduga digunakan secara ilegal untuk membuka rekening hingga mengajukan pencairan dana proyek tanpa sepengetahuan manajemen.
Dalam aduan resmi yang dilayangkan, manajemen CV Esa Buana Perkasa membeberkan fakta-fakta mencengangkan yang membuat publik tercengang:
- Rekening Siluman Bank Jateng!
Perusahaan tegas menyatakan tidak pernah membuka rekening di Bank Jateng Cabang Semarang dengan nomor 1022033553. Namun, rekening itu tercatat seolah-olah milik mereka.
Pertanyaannya: siapa dalang di balik rekening siluman ini?
- Alamat Perusahaan Dipalsukan
CV Esa Buana Perkasa yang beralamat resmi di Demak, justru “dimunculkan” menggunakan alamat fiktif di wilayah Ungaran.
Modus pemalsuan identitas perusahaan mulai mengarah pada dugaan permainan tingkat tinggi.
- Email Perusahaan Dipakai Seenaknya!
Rekening misterius itu bahkan didaftarkan menggunakan email yang mencatut nama perusahaan mereka.
Sebuah dugaan pemalsuan digital yang patut diusut!
- Pengajuan SP2D Tanpa Sepengetahuan Perusahaan
Yang lebih mengejutkan, terdapat dugaan pengajuan pencairan termin proyek (SP2D) ke BPKAD Provinsi Jawa Tengah yang tidak pernah dilakukan oleh pihak perusahaan.
Jika benar, ini jelas indikasi permainan kotor dalam proses pencairan anggaran!
- e-Faktur Dicatut
Perusahaan secara tegas menyatakan tidak pernah menerbitkan e-Faktur untuk pencairan termin tersebut.
Artinya, jika ada e-Faktur yang beredar atas nama perusahaan ini, besar kemungkinan itu dokumen palsu.
Aroma Skandal Menguat, Publik Menuntut Transparansi!
Dengan rangkaian dugaan pemalsuan mulai dari rekening, email, dokumen pencairan hingga identitas perusahaan, kasus ini menjadi alarm keras bagi tata kelola proyek pemerintah di Jawa Tengah.
Ada indikasi kuat bahwa nama perusahaan sengaja digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan dari anggaran proyek, tanpa melibatkan penyedia resmi.
Publik kini bertanya:
Apakah ada oknum yang bermain di belakang layar?
Bagaimana proses verifikasi pencairan bisa jebol?
Siapa yang mengesahkan dokumen yang diduga palsu?
CV Esa Buana Perkasa: “Kami Tidak Terlibat! Kami Dirugikan!”
Melalui aduan resmi, perusahaan menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah mengajukan pencairan termin, tidak membuka rekening, dan tidak menerbitkan dokumen apapun terkait pembayaran proyek tersebut.
Kasus ini diduga bukan sekadar kelalaian administrasi, tetapi indikasi serius dari penyalahgunaan identitas badan usaha yang berpotensi merugikan negara dan merusak integritas proyek publik.
Penegak Hukum Didorong Turun Tangan!
Dengan makin banyaknya proyek yang tersandera praktik-praktik gelap, publik mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Polda Jawa Tengah, untuk membongkar tuntas siapa aktor di balik permainan rekening siluman ini.
Apapun motifnya, penggunaan identitas perusahaan tanpa izin adalah tindakan kriminal. (Agil)
Editor : Luwadi
