Nelayan Jepara Laksanakan Tradisi Larung Kepala Kerbau di Pesta Lomban Kupatan

Sabdopalon.news, Jepara –Dilansir dari media oligarki, Tradisi adat Larung kepala kerbau dalam pesta lomban yang dilaksanakan setiap syawalan (hari kedelapan setelah hari raya idul Fitri).Rabu (17/4).
Larungan kepala kerbau dalam Pesta Lomban di Kabupaten Jepara di saksikan oleh masyarakat sekitar dan juga pendatang, meraka sangat antusias menunggu iring-iringan rombongan yang membawa sesaji berupa kepala kerbau dan ubo rampe lainya yang di diletakkan dalam sebuah miniature kapal mini yang rencana diikuti oleh sekitar 200 kapal dengan berbagai ukuran.
Menurut sumber yang berasal dari salah seorang panitia yang tidak mau disebutkan namanya, bawa setelah dilarung, sesaji tersebut jadi rebutan para nelayan yang ikut serta meramaikan larungan.

“Nanti setelah sesaji dilarung, biasane para nelayan yang ikut dalam rombongan berebut untuk mendapatkan sesaji itu, gunanya untuk ngalap berkah”, uucapnya.
“Sejak era pandemi Covid-19 berakhir dua tahun lalu, Pesta Lomban di Jepara kembali digelar secara meriah dan terbuka untuk umum”, imbuhnya.
Kegiatan larungan itu jadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menonton.
Berdasarkan catatan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, kegiatan ini merupakan festival dengan jumlah peminat terbanyak.
Sejak pukul 05.30 WIB, warga sudah berbondong-bondong menuju dermaga TPI Ujungbatu.
Mereka memadati area sekitaran TPI.
Adapula beberapa yang telah menunggu di atas perahu untuk mengikuti kapal Forkopimda yang membawa miniature kapal berisi sesaji untuk dilarung.
Larung sesaji tersebut dilaksanakan di laut dengan jarak sekitar 20 mil dari daratan Jepara.
Sebelum dilarung, sesaji diinapkan semalaman di TPI Ujungbatu, Jepara.
Pada pagi harinya setelah diinapkan kemudian dibawa naik ke atas kapal dan mulai dilarung sekitar pukul 07.30 WIB dari dermaga TPI Ujungbatu. (Agil)
Edhitor,( Luwadi )
