Siswi SMP N 1 Dicabuli oleh Siswa SMU N 2 Demak, di Ruang Kelas dan di Tonton Anak-anak SD

Sabdopalon.news, Demak – Tayangan vidio viral adegan asusila pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku R (17) siswa SMU N 2 Demak terhadap Korban ML alias I (14) siswi SMP N 1 Demak di ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Cabean 2 Demak pada hari Senin, 17 September 2024 disaat sekolah libur. (Selasa, 24/9/24).
Parahnya lagi tindakan asusila itu di rekam vidio dan ditonton oleh temen-temennya yang masih anak-anak sekolah SD. Anak-anak yang masih polos tersebut mengganggap bahwa perbuatan itu sebagai lelucon, sehingga mereka yang merekam tidak tahu kalau perbuatanya melanggar hukum.

Kronogis kejadian
Pada hari Senin tanggal 16 September 2024 sekira pukul 14.30 WIB, ketika Korban ML akan mengerjakan tugas sekolah, diperjalanan tepatnya di depan SDN Cabean 2 bertemu dengan pelaku R, kemudian tangan korban di tarik ke halaman sekolah tersebut, merasa situasi aman kemudian korban dipaksa masuk ke sebuah ruangan SDN kelas 6, disitulah terjadi adegan asusila. Di dalam adegan tersebut, menurut korban dirinya ditarik tanganya dengan paksa untuk menuju ruang kelas itu. Parahnya lagi adegan tersebut di tonton dan di rekam vidio oleh anak-anak yang masih dibawah umur, yaitu seumuran anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Didalam melakukan tindakan asusila itu, pelaku juga di bantu oleh teman-temannya dengan cara mendorong korban ada yang memegangi tangan dan kaki, agar supaya korban tidak bisa kabur.
“Sebenarnya saya ada tugas sekolah, rencana akan mengeprinkan tugas itu, akan tetapi di depan SDN Cabean 2, saya bertemu dengan R (palaku) dan teman-temannya, kemudian tangan saya di tarik paksa menuju halaman SD itu, sehingga saya tidak bisa pergi”,ujarnya.

“Kemudian saya di tarik ke ruangan dan di dalam ruangan itu, lalu saya di bekap mulut saya, lalu pakaian bagian bawah dibuka dengan paksa, kemudian R melakukan hal yang tidak senonoh dan teman-temannya malah menertawakan dan merekam.”tambah ML .
Karena adanya ancaman dari pelaku R, maka korban tidak berani mengadu kepada siapapun.
Sebenarnya kejadian itu aman-aman saja kalau tidak ada vidio asusila yang viral. Tepatnya hari kamis, tanggal 19 September 2024, orang tua korban dipanggil oleh pihak SMP N 1 Demak melalui telepon.
Sesampai di sekolahan pihak guru memberitahukan bahwa anaknya telah melakukan perbuatan asusila dan diperlihatkan vidionya yang telah viral itu.
Kata orang tua korban dalam 3 hari ini korban tidak berani omong-omong atau bicara seperti biasa.
“Dalam 3 hari anak saya (korban) tidak pernah bicara dengan keluarga, kok ternyata ada kejadian seperti itu”, terang ortu korban.
“Setelah saya melihat video tersebut saya langsung shok dan tidak kuat melihat kejadian yang di alami putrinya, saya di kantor Sekolahnya merasa lemas sudah tidak bisa berkata apa apa,harga diri terasa terinjak injak.”tegas AR orang tuo korban.
Atas adanya kejadian tersebut, ayah korban AR mendatangi Kantor Kuasa Hukum Muhammad Chakim S.H. untuk menceritakan apa yang di alami putrinya tersebut, setelah menguasakan semuanya, kemudian AR (ayah korban) melaporkan perkara ini ke Polres Demak.(Agil)
Editor : Luwadi
