Demak 14/6/2025Aksi Demo Masyarakat dan istighosah kemanusiaan 100.000 ( seratus ribu ) Warga PC NU,MWC NU,PR NU se – Kabupaten Demak,dan juga Muslimat,Fatayat,Banser masing – masing ranting se – Kabupaten Demak, telah mengeluarkan SE ke seluruh Warga NU yang rencananya 15 Juni 2025 pukul 13.00 WIB, yang akan berlangsung di Depan Pabrik Polytron Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.Aksi Demo Damai yang berkisar 100.000 ( seratus ribu ) orang yang tergabung dari warga Nahdatul Ulama ( NU ) dan masyarakat sekitar

SABDOPALON.NEWS, DEMAK- Dalam hal ini tentunya akan berpengaruh pada arus lalulintas Pantura Demak – Semarang bagi pengguna jalan.
Aksi demo damai ini semata atas dampak Rob air laut dan banjir yang dirasakan bagi masyarakat dan sekecamatan sayung yang hampir separuh wilayahnya terdampak, tidak saja masyarakat dirugikan dengan adanya ROB yang tidak kunjung ada solusi dari pemerintahan daerah maupun pusat, bahkan sudah membuat dan menggangu arus lalulintas khusus lintasan area Pantura tentunya sangat memprihatinkan sekali dan menyengsarakan dalam kehidupan perekonomiannya.
Pada kesempatan yg lain koordinator Demo aksi damai mengatakan,bahwa aksi ini sebagai wujud keprihatinan yang mendalam serta harapan kepada Presiden agar bisa menyaksikan langsung kondisi wilayah Sayung yang darurat dan memprihatikan.

“Harapan kami,Presiden RI Prabowo Subiyanto berkenan hadir menyaksikan secara langsung penderitaan warga Sayung dan sekitarnya atas dampak Rob air laut dan banjir”,ungkapnya
Sementara kondisi akses jalan Pantura dari Semarang – Demak,tepatnya di depan Pabrik Polytron PT HIT yang tergenang air hingga mencapai ketinggian 20-40 Cm,hingga melumpuhkan lalu lintas dan merendam pemukiman serta sawah hampir setiap hari yang disebabkan kombinasi pasang surut air laut,curah hujan,dan penurunan permukaan tanah.
Meskipun pemerintah provinsi dan kabupaten telah mengambil langkah awal dengan normalisasi sungai yang dangkal,perencanaan Giant Sea Wall sebagai Proyek Strategi Nasional yang ditargetkan selesai Tahun 2027,namun solusi jangka pendek seperti pompanisasi,pengerukan sendimen,yang telah dilakukan untuk warga,dianggapnya terlalu lambat untuk penanganannya,sedangkan yang lokasinya agak jauh tidak tersentuh.
Aksi Demo damai ini sangat amat bertujuan keprihatinan warga Masyarakat atas krisis rob air laut dan banjir yang berkepanjangan,hampir 5 tahun bahkan lebih tanpa penanganan permanen,hingga memaksa warga turun ke jalan untuk menuntut solusi yang nyata baik teknis maupun politis agar warga hidup tenang dan nyaman dengan teratasinya Rob air laut dan banjir terutama di daerah pesisir….
Bintang
Editor,(Luwadi )
