CUACA EKSTREM MENGINTAI! Polres Demak Keluarkan Imbauan : Warga Diminta Siaga 24 Jam

DEMAK, sabdopalon.news — Musim penghujan baru saja dimulai, tetapi ancaman bahaya sudah di depan mata. Polres Demak mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, hingga pohon tumbang di berbagai wilayah.
Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menegaskan, cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir bukan sekadar hujan biasa.
“Hujan deras disertai angin kencang dapat memicu bahaya kapan saja. Jangan berteduh di bawah pohon dan tiang listrik yang rawan roboh,” tegasnya.
Petani Juga Diingatkan! Jebakan Tikus Beraliran Listrik Terancam Makan Korban
Kapolres juga menyoroti kebiasaan sebagian petani yang memasang jebakan tikus menggunakan listrik di area persawahan.
“Itu sangat berbahaya dan dapat memakan korban jiwa. Kami minta hentikan,” tegasnya lagi.
Seluruh Personel Disiagakan – Perahu Karet, Senso, Hingga Alat Komunikasi Lapangan Disiapkan
Tidak main-main, Polres Demak telah mengerahkan kekuatan penuh. Seluruh personel dan perlengkapan Search and Rescue (SAR) dipastikan siap digunakan:
Perahu karet, jaket pelampung, senso/gergaji mesin, tali evakuasi dan peralatan komunikasi
“Jika terjadi bencana, kami siap bergerak cepat,” kata Kapolres.
Patroli Sungai Diperketat, Warga Bantaran Diminta Tidak Nekat
Di wilayah rawan, seperti bantaran sungai, Bhabinkamtibmas dan Babinsa terus memberi imbauan langsung.
Aipda Bayu Apriadi dari Polsek Mranggen memperingatkan keras:
“Arus sungai saat musim hujan sangat berbahaya. Jangan nekat menyeberang. Prioritaskan keselamatan!”
Call Center 110 Dibuka Lebih Responsif
Untuk situasi darurat, Polres Demak menyiagakan Call Center 110 yang dapat dihubungi kapan saja.
Polres Demak: Waspada Bukan Sekadar Imbauan, Tapi KEWAJIBAN!
Dengan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, Polres menegaskan bahwa keselamatan warga hanya bisa dijaga apabila masyarakat tetap siaga, peka, dan tidak meremehkan kondisi alam. (Agil)
Editor : Luwadi
