“, Gendam masuk ke Pedesaan sampai ke Persawahan.”

Sabdopalon.news.
Temanggung jateng- (07//03/2025) Dayah wanita 65 tahun bercerita kepada Awak media, bahayanya Gendam atau ilmu ceblek.
Yang telah masuk ke desa, desa hingga ke lokasi persawahan, untuk mencari Korban.
Sehingga saudara Dayah 65 tahun menjadi korban gendam,
hingga kerugian mencapai enam belas juta lebih.
Berupa gelang 30 gram 0,5 gram cicin dan 0,7 gram kalung.
Yang smua itu di beli 10/15 tahun yang lalu, ada juga Hadiah dari ke 04 (empat) anaknya saat menjelang lebaran. Ungkapnya.
Jum.at. 07-03-2025. Yang biasa di panggil mbak Dayah, Umur 65 tahun seorang petani.
Pada hari itu mbak Dayah, pulang dari sawah sekitar pukul 10:00 .
Di karenakan ada mantenan, sehingga jalan rame.
Mbak Dayah lewat pinggir jalan murung, atau sungai di samping sawah.
Tiba,tiba berpapasan dengan Dua orang laki, laki yang mendatanginya, ucapnya.
Tiba, tiba Ucapkan Salam, assalam mualaikum ucapnya.
Laki laki yang di sebelahnya menjawab, Walaikum salam waruh matullahi wa barokatuh. Jelasnya.
Sambil berlalu, seketika itu juga, laki, laki yang satu langsung membalikkan Badan, menegur saya, ucap.
Mbak.. ucapnya, njenengan sangat beruntung sekali, ketemu dengan cucu wali wulloh tanpa di jawab,
Lalu laki laki tersebut melanjutkan Ceritanya. Kenapa saya bilang beruntung. Ucapnya.
Beliau adalah keturunan wali, yaitu cucunya Mbah Mangli. Ucap laki, laki di sebelahnya. Tanpa di jawab oleh mbak Dayah.
Beliau tersohor di Jagat ini, orang memanggilnya Mbah Mangli atau kyai Mangli, Grabag kabupaten Magelang. Jawa tengah. Imbuhnya.
Kalo panjenengan bertemu sama guse, njenengan akan mendapatkan Rejeki sebelas kali lipat (11) dari yang di sedekahkan.
Dan di petik lah selembar daun Waru, di bungkus lah, uang Lima ratus Rupiah.
Dan di kasihkan kepada mbak Dayah. Dan betul seketika di buka, dari dalam daun waru. Uang tersebut sudah menjadi Lima Ribu Lima Ratus, (5.500).
Karena mbak Dayah membawa uang delapan puluh ribu rupiah (80), dibungkus lah uang tersebut dengan daun yang sama, yaitu Daun waru.
Terus saya masukkan ke saku ganti basahan. Yang biasa buat di sawah. Lalu saya lipat.
Dan uang tersebut sampai saat ini masih ada.
Setelah itu beliau menegur KLO uang tersebut, di bungkus dalam daun waru, dengan niat ibadah.
Maka akan bertambah sebelas kali lipat (11) imbuhnya.
Setibanya sampai di rumah, mbak Dayah terkejut kalo Gelang, cicin, kalung yang dia pakai tidak ada pada tempatnya.
Mbak Dayah Baru sadar, kalo semua perhiasanya yang di beli, kurang lebih Lima Belas Tahun yang menghiasi leher, jari, dan tangganya sudah Raib.
Semoga tidak ada Dayah, Dayah yang lain menjadi Korban manisnya Rayuan dan Gendam yang memasuki Desa dan ke Persawahan. Pungkasnya. (Berto dobel Y)
Editor,(Luwadi )
