Harlah Bung Karno ke 132 Dengan Tema:Meninjau Ulang Tempat Lahir dan Tanggal Lahir Bung Karno.08/06/2025.Oleh.Berto.Sabdopalon

sabdopalon.news.−Kediri−Jatim.−”Dalam hal ini kita Hadirkan Empat (04) Nara Sumber.” Dian Sukarno penulis Buku ”Triligi Spiritualitas Bung Karno, Arif Yulianto team Ahli Cagar Budaya Jombang, Ki Wisnu Ardianto Keluarga Bung Karno Blitar dan Binhad Nurohmad Inisiator Titik Nol Soekarno.
Pembicara dari Tim.Ahli Cagar Budaya Jombang langsung memaparkan hasil kajian dan merekomendasi kan Situs Kelahiran Soekarno di Ploso Jombang sebagai situs Cagar Budaya.

Diskusi berjalan dengan baik dan tidak ada perdebatan berarti berarti, karena data dan dokymen cukup kuat. Maka di akhir diskusi kami simpul kan dan kami bicarakan bahwa Bung Karno Lahir 06 Juni 1902 di ploso Jombang ,”ujar Ari Hakim LC moderator diskusi Jum·at (06/06/2025).
Begitu pula mengenai tahun kelahirannya, ada yang menuliskan 1900. 1901 dan 1902.
Seperti di ketahui berdasarkan data, dan buku yang beredar ada beberapa catatan yang berbeda, beda tentang kelahiran Bung Karno. Ada yang mencatat lahir di Blitar, ada yang menyebut Surabaya ada yang menuliskan di ploso Jombang.
Ketua Harian situs persada Soekarno menilai, diskusi ini penting karena menyangkut nilai, nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
*Jangan main, main soal tempat dan waktu kelahiran. ini adalah takdir Tuhan , maka sebagai bangsa yang beriman kepada Tuhan yang Maha Esa kami menilai diskusi ini sangat penting,”ujar kushartono.
Data, data yang di sampaikan nara sumber bukan hanya lengkap tapi juga detail sekali, jadi tidak ada yang bisa membantah. Apa lagi selain dokumen ITB dan tulisan Ayah Bung Karno menyebutkan Soekarno lahir 06 Juni 1902. tadi juga di tunjukkan foto tokoh yang nampani bayi soekarno dan yang mengubur ari, ari Bung Karno. jadi smua jelas sekali, kata sikan Abdillah salah satu Peserta .
Eko Priyatno Kepala bidang Sejarah Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri yang hadir mewakili kepala Dinas Pariwisata kab. Kediri. Eko pun Mendukung kajian ini, kendati ia berpesan atas nama pribadi bukan meqakili Pemerintah.
Binhad mengungkapkan bahwa dirinya bersama Pemerintah Kabupaten Jombang sudah menemui Guruh soekarno Putra selaku Ketua Yayasan Bung Karno di Jakarta.
Menyampai kan hasil.kajian.kami dan srmpat terjadi perdebatan. Kemudian mas Guruh menyampaikan saya status quo,”kata Binhad. Artinya Mas Guruh sementara tidak memihak. tidak membenarkan tapi juga sekaligus juga tidak menyalahkan.
Atas tanggapan Guruh Soekarno ini kemudian tim Jombang minta pandangan orof. Anhar Gongong pakar sejarah Nasional, yang memang sempat menengok ke rumah kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang.
Waktu itu Prof. Anhar hadir di rumah kelahiran Bung Karno bersama Roso Daras. beliau berdua menyatakan kalau memang kajian tim ahli sudah kuat silahkan di tetapkan saja.”ungkap kushartono ketua ketua Harian situs Persada Sukarno Kediri turut memberi kan ke saksian dalam diskusi ini. ia yang kala itu mendampingi prof. Anhar. pungkasnya. (Berto.Sabdopalon.)
Editor,(Luwadi )
