Kerinduan Ma’ruf Amin: Jurnalis Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat

Sabdopalon.news.
Ciputat Banten Jabar-Kerinduan Ma’ruf Amin: Oleh Jurnalis, Sebagai Jembatan Informasi Pemerintah dan, masarakat. 07-03- 2025
Oleh Berto Yudi Yanto.
KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke-13, mengungkapkan kerinduannya pada dua hal setelah masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2024. Pertama, Ia merindukan interaksi dengan awak media.
KH. Ma’ruf Amin menekankan peran penting jurnalis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui wartawan, ia dapat menyampaikan pesan dan memperoleh informasi berharga dari berbagai pihak.
“Tentu kangen-lah, karena saya kalau dari wartawan itu banyak informasi, ungkapnya
kemudian saya juga sering ditanya, jadi saya bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat lewat wartawan,” ujar Ma’ruf Amin dalam acara buka puasa yang digelar di Ciputat, Tangerang, Banten, Kamis (6/3/2025).
“Jadi, komunikasinya itu dapat dan kita juga memberikan informasi ke berbagai pihak melalui wartawan,” sambung Wapres RI ke-13 yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB 2024-2029.Ucapbya.
Kerinduan kedua tertuju pada interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya saat kunjungan ke daerah. Kunjungan ke Papua menjadi salah satu pengalaman yang berkesan.
“Kita bisa menyapa masyarakat, berdialog, dan Curhat pada masyarakat, bisa memberi dan berinteraksi. Imbuhnya.
Makanya, waktu saya ke Papua saya bilang “Saya datang ke sini ini bukan mau mengajari Anda semua,” ujarnya.
Beliau, menjelaskan pendekatannya yang menekankan dialog dan pemahaman kebutuhan masyarakat, bukan sekedar memberikan arahan.
Betapa pentingnya mendengarkan suara rakyat bagi seorang pemimpin.ucapnya.
Di luar kerinduan tersebut, Ma’ruf Amin juga menekankan pentingnya silaturahmi antar umat beragama.
Ma’ruf Amin juga memaparkan terdapat tiga jenis ukhuwah (persaudaraan), yakni sesama agama (Islam), sesama bangsa dan sesama manusia.imbuhnya
“Itu artinya, sesungguhnya kita satu saudara. Karena, sesungguhnya menurut ajaran islam kita dari satu keturunan, dari Adam dan Hawa, Pungkasnya. (Berto Doubel Y).
Editor,(Luwadi )
