Pembangunan Batalyon Teritorial dan Pertanian di Wilayah Rembang Telah Dilakukan Survei Lokasi

Sabdopalon.news | Rembang – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama jajaran TNI Angkatan Darat dan instansi terkait melaksanakan kegiatan survei lokasi pembangunan Batalyon Teritorial dan Pertanian di wilayah Kabupaten Rembang. Kegiatan penting ini digelar dengan melibatkan lintas unsur, sebagai wujud perencanaan matang dalam mendukung ketahanan wilayah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan strategis ini, PNS Kementerian Pertahanan RI Ibu I Gusti Ayu Nyoman, ST., MT., didampingi oleh Kolonel Arm Edy Susanto, S.Sos., M.M. (Asrendam IV/Diponegoro), Letkol Czi Parlindungan, S.Sos., M.Si. (Kazidam IV/Diponegoro), serta Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, S.Sos., M.M.A.S.
Selain unsur pimpinan, kegiatan survei juga melibatkan Tim Perencana Surveyor Geolistik dan Support, Tim Survey Topografi Lidar, Tim Soil Test, Detasemen Subdenzibang 03/IV, serta Perhutani KPH Mantingan yang berperan sebagai penyedia kawasan kehutanan dalam mendukung pembangunan tersebut.
Kegiatan survei lapangan ini merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam rangka menentukan titik lokasi, kondisi tanah, serta kelayakan wilayah yang akan digunakan untuk pembangunan Batalyon Teritorial dan Pertanian.
Asrendam IV/Diponegoro, Kolonel Arm Edy Susanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pertahanan negara yang tidak hanya berorientasi pada penguatan postur pertahanan darat, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan melalui optimalisasi sektor pertanian.
“Pembangunan Batalyon Teritorial ini memiliki arti penting, bukan hanya dalam konteks pertahanan wilayah, namun juga sebagai pusat sinergi pertanian berbasis ketahanan nasional. Wilayah Rembang dipilih karena memiliki potensi lahan yang luas serta letak strategis dalam mendukung operasi teritorial TNI AD,” ujar Kolonel Edy Susanto.
Tim gabungan melaksanakan survei teknis secara menyeluruh Survey Geolistik untuk mengetahui kondisi geologi bawah tanah, Survey Topografi Lidar guna mendapatkan gambaran kontur dan elevasi lahan, Soil Test untuk menguji kekuatan dan kualitas tanah sebagai dasar pembangunan infrastruktur militer dan pertanian.
Letkol Czi Parlindungan, S.Sos., M.Si., selaku Kazidam IV/Diponegoro, menjelaskan bahwa hasil dari survei ini akan menjadi dasar analisa kelayakan pembangunan.
“Kita tidak hanya membangun markas militer semata, tetapi juga kawasan yang dapat menopang aktivitas pertanian. Oleh karena itu, seluruh aspek teknis mulai dari kualitas tanah, drainase, hingga tata ruang harus dianalisa secara rinci dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, S.Sos., M.M.A.S., menyampaikan dukungan penuh atas rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan Batalyon Teritorial di wilayah Rembang akan membawa dampak besar, baik dalam aspek keamanan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyat. TNI akan lebih kuat dalam menjalankan fungsi pembinaan teritorial, sementara masyarakat juga mendapat manfaat melalui pengembangan sektor pertanian. Kami siap mendukung penuh dan mengawal setiap tahapannya,” tegas Dandim dengan nada mantap.
Kegiatan survei ini juga menggandeng Perhutani KPH Mantingan, yang memiliki otoritas atas kawasan hutan di wilayah tersebut. Sinergi ini menjadi wujud nyata kerjasama lintas sektor dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan strategis militer dan keberlanjutan lingkungan.
Pihak Perhutani menyatakan siap mendukung rencana ini dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan dan keseimbangan ekosistem.
Pembangunan Batalyon Teritorial dan Pertanian di Rembang bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah langkah besar dalam mewujudkan pertahanan yang tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian pangan.
Kehadiran TNI bersama Kementerian Pertahanan RI dalam survei ini menegaskan bahwa rakyat dan prajurit adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan pondasi yang kuat, pembangunan ini diharapkan mampu memperkuat Ketahanan Nasional baik dari sisi militer maupun ekonomi.
“TNI AD tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga mendukung kesejahteraan rakyat. Dengan adanya Batalyon Teritorial berbasis pertanian ini, diharapkan Rembang menjadi salah satu pusat kekuatan pertahanan sekaligus lumbung pangan di Jawa Tengah,” pungkas Letkol Winner Fradana Dieng.
Dengan dilaksanakannya survei lapangan secara terpadu oleh Kementerian Pertahanan RI, Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0720/Rembang, dan instansi terkait, maka langkah awal pembangunan Batalyon Teritorial dan Pertanian di Rembang telah dimulai dengan penuh kesungguhan dan perencanaan matang.
Kegiatan ini mencerminkan semangat Sinergi TNI, Pemerintah, dan Rakyat dalam membangun pertahanan yang kokoh sekaligus menciptakan ketahanan pangan demi kejayaan bangsa dan negara (pendim)
/syfdn
Editor,(Luwadi)
