Sidak Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, Sidak Wilayah Rawan Banjir Rob di Kecamatan Sayung

Demak, sabdopalon.news — Dalam menanggulangi rob banjir di wilayah kecamatan Sayung, Sekda Akhmad Sugiharto inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Sayung daerah yang tergenang rob.
Pemkab Demak Disamping inspeksi ke daerah rob Sekda juga menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Aula Kecamatan Sayung, pada tanggal 10 Juni 2025.
Rapat koordinasi tersebut dengan melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta (industri dan manufaktur lokal), dan warga setempat, yaitu guna membahas penanganan banjir rob yang bersifat kronis.

Dalam arahannya, Sekda Akhmad Sugiharto menyoroti beberapa faktor penyebab banjir rob:
Pasang purnama, Sistem drainase yang buruk, Penurunan muka tanah (subsidence) dan juga alih fungsi lahan
Akhmad Sugiharto juga menyatakan bahwa sejumlah desa telah mengalami genangan permanen yang merugikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendesak penyusunan roadmap penanganan berbasis data lapangan, serta perluasan integrasi program antar-OPD bersama pendanaan dari DAK, CSR perusahaan, dan pemerintah pusat.
Disamping hal tersebut di atas Sekda juga fokus perhatian diberikan pada revitalisasi drainase di jalur utama Sayung, di antaranya dari area PT Polytron, Jembatan Dombo, hingga Pasar Sayung, dimana pengairan dibagi ke tiga sungai utama (Babon, Sriwulan, Dombo) untuk pengendalian rob.
“Sebetulnya penyusunan kolaborasi program sejak tahun 2020 antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah sudah kita susun untuk jangka pendek sampai panjang Mas”, ucap Akhmad Sugiharto yang biasa di panggil pak Aseng.
“Salah satu hasil rapat hari ini adalah target untuk mengurangi genangan rob di jalur pantura agar pengguna jalan tidak terganggu, karna dampak sebagian tanggul tol laut yang sudah jadi mengakibatkan air rob bisa datang tetapi tidak bisa mengalir kembali yang mengakibatkan air merambah ke pemukiman warga,”terangnya.
“Sekarang sudah ada tindakan dengan penempatan mobil pump di beberapa lokasi untuk mengurangi genangan rob di jalan pantura dan sudah terlihat sebagian jalan kering setelah dilakukan pemompaan air, Dengan catatan tidak ada penambahan genangan akibat hujan, Kami memohon untuk percepatan pembangunan sumur retensi untuk tampungan air setelah tanggul tol jadi,”imbuhnya.
“Sedikitnya ada komitmen untuk menyusun rencana aksi cepat dan mengelola sistem pengairan Dombo-Wonokerto yang meliputi lebih dari 15 sungai kecil dan besar di kawasan tersebut”,
Sekda juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah semakin serius menghadapi masifnya banjir rob di Sayung. Fokus utama saat ini adalah:
Penyusunan roadmap integratif berbasis data, kolaborasi antar pemda, swasta, dan pemerintah pusat, revitalisasi sistem drainase dan sungai-sungai penyalur, tutup sekda.(Agil)
Editor : Luwadi
