CEO Sabdo Palon, Bambang Eko Supriantono (Bagus), Mengebrak! Tuntut Polda Jateng Bebaskan Botok & Teguh: “Rakyat Bukan Musuh Negara!”

PATI, sabdopalon.news — Gejolak warga Pati mencapai puncaknya. CEO Media Sabdo Palon, Bambang Eko Supriantono, sosok lantang yang akrab dipanggil Bagus, secara tegas angkat bicara dan langsung terjun dalam tim pembebasan Botok dan Teguh, dua pejuang aspirasi warga yang kini ditahan Polda Jateng.
Penahanan ini dipandang banyak pihak sebagai tindakan berlebihan dan memukul balik suara rakyat, setelah warga memblokir jalan sebagai bentuk protes karena DPRD Pati menolak menerima aspirasi mereka.
Bagus Meledak: “Penahanan Ini Tidak Masuk Akal! Demokrasi Diinjak!”
Dengan nada tinggi, Bagus menyampaikan kecamannya.
“Botok dan Teguh bukan kriminal! Mereka ditahan hanya karena menyuarakan kekecewaan rakyat yang aspiranya dibuang oleh DPRD. Ini bukan penegakan hukum—ini bentuk pembungkaman!”
Bagus menegaskan bahwa aksi blokir jalan itu muncul karena jalan dialog ditutup oleh wakil rakyat sendiri.
“Kalau DPRD menutup pintu, rakyat wajar mencari cara lain. Tapi negara tidak boleh memperlakukan mereka seperti penjahat!”
DPRD Pati Dituding Alergi Aspirasi, Warga Dipaksa Diam
Kasus ini menjadi sorotan karena akar masalahnya sederhana: rakyat hanya ingin suaranya didengar, namun justru ditolak masuk oleh lembaga yang seharusnya mewakili mereka.
Akibatnya, pemblokiran jalan terjadi sebagai simbol frustrasi warga.
Namun bukannya difasilitasi atau ditenangkan, warga justru dipidanakan.
Bagus Resmi Gabung Tim Pembebasan: “Saya Tidak Akan Mundur!”
Masuknya Bagus dalam tim pembebasan Botok dan Teguh membuat kasus ini melejit ke permukaan. Karismanya sebagai CEO media dan penggerak sosial membuat banyak pihak mulai ikut memberi tekanan moral kepada aparat penegak hukum.
“Saya, Bambang Eko Supriantono—Bagus—masuk dalam tim pembelaan. Saya tidak akan mundur. Kami akan lawan kriminalisasi ini!”
“Rakyat tidak boleh kalah hanya karena berani bersuara.”
Pati Bergemuruh: Botok dan Teguh Dianggap Simbol Perlawanan
Di berbagai titik, spanduk dan selebaran mulai bermunculan:
“Botok & Teguh: Pejuang Rakyat, Bukan Pelaku Kriminal!”
“DPRD Menutup Pintu, Rakyat Dipenjara?”
Video dukungan mulai berseliweran di media sosial, bahkan beberapa tokoh masyarakat menilai bahwa tindakan penahanan ini dapat memicu ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Sorotan Publik Mengarah ke Polda Jateng
Kini sorotan semakin tajam ke arah Polda Jateng. Publik menanti langkah selanjutnya—apakah penahanan ini murni penegakan hukum atau justru bentuk tekanan terhadap warga yang berani bersuara.
Bagus menutup pernyataannya dengan sangat keras:
“Botok dan Teguh harus bebas. Titik! Kalau aparat dan pejabat alergi kritik rakyat, maka ada yang salah dengan negara ini.” (Agil)
Editor : Luwadi
