Kapolres Demak Pimpin Ziarah Nasional: Suara Pahlawan Bergema Lagi di TMP Cahaya Ratna Bintarum

DEMAK, sabdopalon.news — Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cahaya Ratna Bintarum pagi ini menggulirkan kembali denyut keberanian para pejuang. Di antara barisan makam yang hening, Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha berdiri sebagai inspektur upacara, memimpin penghormatan dengan ketegasan yang memantulkan kembali ruh pengorbanan para pendahulu bangsa.

Suasana khidmat mencengkeram lokasi sejak prosesi dimulai. Barisan peserta upacara berdiri tegap, seolah mendengar gema langkah para pahlawan yang dulu berbaris menuju medan juang. Setelah apel penghormatan, prosesi tabur bunga berlangsung penuh hormat, menjadi tanda bahwa jasa para pahlawan tidak akan pernah digulung waktu.
Dalam amanatnya, AKBP Ari Cahya menegaskan bahwa Hari Pahlawan bukan ritual tahunan yang berlalu begitu saja. Peringatan ini ibarat menyalakan kembali obor yang diwariskan oleh mereka yang rela menukar hidupnya demi berkibarnya Merah Putih.
“Mereka bukan sekadar nama di batu nisan. Mereka adalah cahaya yang masih menerangi jalan bangsa hingga hari ini,” tutur Kapolres.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak lahir dari kemewahan. Ia tumbuh dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Nilai yang kini mulai pudar oleh hiruk pikuk kepentingan, namun harus kembali dihidupkan oleh generasi hari ini.
Kapolres mengajak masyarakat meneladani tiga warisan utama para pahlawan:
- Kesabaran dalam menuntut ilmu
- Kesabaran dalam menyusun strategi
- Kesabaran dalam merawat kebersamaan di tengah perbedaan
Dari kesabaran itu lahir keberanian untuk bergerak dan keikhlasan untuk berjuang tanpa pamrih.
Ia mengingatkan, para pejuang sejati dulu tidak berlomba meraih jabatan setelah perang usai. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, dan mengabdi. “Kehormatan sejati bukan pada posisi, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegasnya.
Dalam konteks masa kini, perjuangan tidak lagi menggunakan bambu runcing. Senjatanya adalah ilmu, empati, dan pengabdian. Kapolres mengaitkannya dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan ketahanan nasional, keadilan sosial, pendidikan, dan pembangunan manusia Indonesia.
“Saat ini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tetap menyala. Dengan bekerja, bergerak, dan memberi dampak nyata untuk masyarakat,” pungkas AKBP Ari Cahya.
Upacara Ziarah Nasional ini bukan sekadar mengenang. Ini penanda bahwa perjuangan belum selesai, hanya berganti medan dan cara. Dan di Demak, pagi ini, semangat itu kembali menyala.(Agil)
Editor : Luwadi
